Jenis Pengukuran Pada Transmisi Manual Mobil, Penting!

Jenis Pengukuran Pada Transmisi Manual Mobil, Penting!

Otomotips.com – Pada dunia otomotif, istilah transmisi memang sudah tidak asing lagi. Ada 2 jenis transmisi yang bisa Anda pilih ketika

hendak membeli sebuah mobil, yaitu transmisi manual dan juga transmisi otomatis. Jika Anda memilih transmisi manual, alangkah baiknya jika juga mengetahui mengenai jenis pengukuran pada transmisi manual.

Pengukuran transmisi ini banyak digunakan ketika transmisi tersebut terdapat beberapa gejala kerusakan pada transmisi manual tersebut. Beberapa hal ini seperti sulit memasukkan gigi pada saat kendaraan sedang berjalan, atau bahkan ketika transmisi tersebut selalu kembali ke dalam posisi netral.

Beberapa masalah yang sudah disebutkan di atas memang sangat umum bisa terjadi pada transmisi manual. Mungkin bagi para mekanik yang senior hal tersebut mudah untuk diatasi dengan cara menebak komponen mana yang rusak, akan tetapi hal ini akan sedikit sulit bagi para mekanik pemula. Cara yang bisa dilakukan adalah mempelajari jenis pengukuran pada transmisi manual.

Jenis Pengukuran pada Transmisi Manual

Pengukuran Celah Shifork

Fungsi dari shifork sendiri yaitu untuk memindahkan clutch hub dan sesuai dengan gerakan perpindahan gigi yang biasa dilakukan pengemudi. Letak shifork ini menempel pada clutch hub dan keduanya mempunyai celah. Untuk material yang digunakan dalam pembuatan shifork ini yaitu material campuran alumunium.

Dengan begitu pada saat pemakaian yang lama shifork bisa mengalami keausan dan diharuskan untuk melakukan pengukuran celah shifork. Pengukuran celah ini bisa dilakukan hanya dengan menggunakan alat ukur yaitu feeler gauge. Untuk cara pengukurannya yaitu jika Anda hendak melakukan pengukuran pada celah bagian atas, jadi shifork tersebut harus ditekan ke arah bawah.

Sebaliknya, jika Anda hendak melakukan pengukuran di bawah, maka shifork bisa ditekan ke arah atas. Pengukuran ini bisa dilakukan pada semua sisi yang mana setiap 1 shifork bisa terdiri dari 4 pengukuran.

Pengukuran Celah Synchronizer Ring

Adapun fungsi dari synchronizer ring ini yaitu untuk menyamakan adanya putaran yang ada pada hub sleeve dengan pada gigi percepatan. Pada umumnya komponen ini sering terjadi kerusakan, adapun beberapa dampak yang ditimbulkan salah satunya yaitu transmisi sangat sulit untuk masuk gigi. Hal ini terjadi karena synchronizer ring tersebut mengalami keausan.

Untuk keausan yang terjadi ini mempunyai nilai limit dan Anda bisa mengetahuinya dengan cara melakukan pengukuran synchronizer ring. Pada pengukuran ini Anda hanya perlu menyiapkan obeng minus dan juga alat ukur yaitu feeler gauge.

Pengukuran ini bisa dibilang mudah, Anda bisa mengukurnya dengan gigi percepatan, karena pada pengukuran synchronizer harus ditekan kepada arah gigi percepatan. Anda bisa melakukan pengukuran synchronizer pada transmisi manual ini satu persatu.

Pengukuran Thrust Clearance

Pengukuran selanjutnya yaitu pengukuran thrust clearance, pengukuran yang satu ini dilakukan agar bisa mengukur pada kelonggaran gigi percepatan. Anda bisa mengukurnya dengan menggunakan alat ukur feeler gauge dengan cara yang sangat mudah.

Hal ini dikarenakan pengukuran thrust clearance bisa dibilang lebih mudah daripada pengukuran yang sudah disebutkan di atas, yang bisa Anda lakukan adalah memasukkan feeler gauge dengan menggunakan ukuran yang sesuai pada celah tersebut dan juga tanpa adanya proses penekanan komponen transisi.

Itulah beberapa jenis pengukuran pada transmisi manual yang perlu Anda ketahui jika Anda seorang montor pemula. Dengan mengetahui beberapa jenis yang ada di atas, maka Anda bisa langsung mengetahui komponen mana yang rusak ketika setelah melakukan pengukuran.

You May Also Like

About the Author: Luthfi Anggoro W

hit counter