Mengenal Transmisi Truk Traktor yang Bisa Libas Tanjakan!

Mengenal Transmisi Truk Traktor yang Bisa Libas Tanjakan!

Otomotips.com – Penggunaan alat berat seperti truk sangat berguna untuk memuat barang berat atau muatan dalam jumlah banyak. Untuk itu perlu dibekali transmisi truk traktor yang handal agar bisa melaju di berbagai medan jalan. 

Dengan kemampuannya untuk melaju di jalanan dalam waktu tempuh yang singkat, membuat muatan jadi cepat sampai tujuan. 

Transmisi truk traktor menjadi komponen utama agar kendaraan berat itu mampu melakukan perjalanan untuk berbagai medan jalan. Apalagi kini dengan perkembangan infrastruktur jalan yang semakin maju, sebuah kendaraan membutuhkan kecepatan tertentu untuk melaju di jalan tol, misalnya.

Racikan Khusus Gear Ratio Untuk Transmisi Truk Traktor

Dalam rangka memenuhi spesifikasi truk yang handal, pabrikan truk memberikan racikan khusus pada gear ratio-nya. Sentuhan racikan khususnya itu membuat truk bisa menghantam berbagai kondisi jalan mulai dari jalan kasar, menanjak hingga jalan tol. 

Truk besar itu menggunakan crawler gear atau gear setengah yang memiliki perbandingan lebih rendah dengan rata-rata 12,6:1. 

Berkat crawler gear, truk yang bermuatan ratusan ton bisa melalui jalan menanjak dengan kecepatan rendah 0-5 sampai 1km/jam. Tentu saja dengan sudut tertentu untuk bisa melaluinya, bahkan kecepatannya lebih lambat dari jalannya kaki manusia. 

Selain berguna dalam kondisi menanjak, crawler gear sangat berperan penting ketika truk mulai bergerak dari kondisi diam sama sekali. Tidak heran jika crawler gear ini merupakan komponen penting untuk melibas jalan naik turun yang ekstrem.

Meski menggunakan crawler gear, sebuah truk dengan transmisi yang sangat rendah akan kesulitan melaju di jalan tol. Melaju dengan kecepatan tertentu di jalan tol sudah cukup untuk membawa muatan sampai di tempat tujuan. 

Nah, maksud dari racikan khusus itu adalah transmisi truk traktor yang digunakan mengkombinasikan antara crawler gear, gear ratio rendah dan gear ratio tinggi. Dengan kombinasi tersebut, truk bisa melaju sangat pelan ketika menanjak dan berlari dengan kecepatan 80km/jam di jalan tol. 

Sebagai contoh, truk besar bisa start awal pada gigi 1 sampai 4 ketika muatannya masih kosong. Sedangkan ketika ada muatannya, truk tetap bisa menggunakan gigi tertinggi. 

Menariknya, transmisi truk traktor tidak wajib dimulai dari gear 1, seseorang bisa melompat langsung ke gear 5 dengan kecepatan 0,5 km/jam sampai 100 km/jam. 

Manual tapi Otomatis

Kebanyak truk yang beredar di Indonesia masih menggunakan transmisi manual karena belum banyak melakukan upgrading. Namun, truk khusus buatan Eropa saat ini sudah hadir menggunakan transmisi AMT (Automated Manual Transmission). 

Kemajuan tersebut memungkinkan truk berpindah gear transmisi manual tanpa harus menginjak pedal kopling. Tentunya memudahkan pengemudi truk karena tinggal mengoperasikan tuas transmisi. 

Untuk perpindahan gear transmisi yang halus dan mulus, truk modern buatan Eropa dibantu dengan perangkat elektronik dan pneumatic.

Perangkat Tambahan Retarder

Truk dengan muatan sangat berat biasanya dilengkapi perangkat tambahan bernama retarder untuk mendukung sistem pengereman utama. Perangkat retarder ini memiliki tabung fluida atau oli dan bilah kipas untuk membantu pengereman.

Bagaimana cara kerja retarder? Komponen ini memanfaatkan gaya sentrifugal dari fluida berkat perputaran bilah kipas untuk melawan putaran as kopel. Dengan kemampuan pengereman, truk jadi melambat dan dinilai cukup efektif. 

Dengan adanya transmisi yang mengatur kecepatan sekaligus komponen pengeremannya, truk bisa bekerja optimal melakukan tugas berat sekalipun. 

Adanya teknologi modern saat ini yang disematkan pada truk kelas heavy duty, kinerjanya jadi lebih efektif. 

Itulah ulasan mengenai transmisi truk traktor yang semakin canggih dilengkapi komponen lainnya. Pengemudi jadi lebih mudah membawa truk di berbagai medan jalan dan bisa beroperasi dengan performa handal. 

You May Also Like

About the Author: Luthfi Anggoro W

hit counter