Site icon Otomotips.com

Penting! Inilah Ciri Selenoid Matik Rusak yang Harus Anda Ketahui

Inilah Ciri Selenoid Matik Rusak

Source : Hyundai.com

Otomotips.com – Anda memiliki mobil bertransmisi otomatis atau matic? Salah satu komponen yang harus diperhatikan adalah selenoid matic agar kondisinya tetap prima. Penting untuk mengetahui ciri selenoid matik rusak agar terdeteksi sejak awal.

Komponen ini memiliki banyak jenis yang diaplikasikan pada kendaraan roda empat, di antaranya Dual Clutch Transmission, Automated Manual, ada AT Konvensional dan juga Continuosly Variable Transmission.

Sebagai pemilik kendaraan, pastikan Anda mengetahui hal tersebut dan memperhatikannya dengan baik.

Apa itu Selenoid Matic?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai ciri selenoid matik rusak, sebaiknya ketahui juga beberapa poin penting di bawah ini.

Bisa dipastikan setiap mobil dengan seri terbaru memiliki salah satu komponen yang bernama selenoid. Komponen ini ada pada sistem transmisi otomatis atau matic, cara kerjanya dengan mengendalikan aliran oli menggunakan tegangan yang diubah menjadi medan magnet.

Kehadiran komponen selenoid memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem transmisi mobil matic jadi lebih mudah dan praktis. Sederhananya, Anda bisa memindahkan transmisi tanpa harus menginjak rem.

Secara tidak langsung juga fitur selenoid matic ini bisa membantu para pengemudi pemula ketika menggunakan mobil bertransmisi otomatis.

Fungsi dan Cara Kerja Selenoid Matic

Saking pentingnya fungsi Selenoid Matic, Anda harus mengetahui ciri selenoid matik rusak sejak dini agar segera diperbaiki.

Pertama, fungsi selenoid pada mobil matic yaitu menjadi pengatur tekanan oli di bagian valve.  Bentuknya seperti kabel panjang yang dililitkan pada bagian bodi valve. Lalu bekerja dengan aliran listrik dari kabel katup sebagai penggerak utama selenoid pada mobil bertransmisi matic.

Dengan adanya selenoid, para pengendara tidak perlu pusing cara memindahkan gigi secara manual. Bahkan bisa membantu Anda mengemudikan mobil dengan lebih mudah dan praktis.

Kedua, menghentikan penyerapan bahan bakar pada mobil matic. Selenoid juga bisa menghentikan aliran bahan bakar yang menuju ke idle port. Dengan begitu tidak akan menimbulkan dieseling ketika mesin mobil dalam keadaan mati.

Fungsi selenoid terbilang penting dan membuat mobil bisa dikendalikan dengan sistem yang lebih sederhana.

Pada dasarnya, cara kerja selenoid cukup sederhana karena komponen ini mulai bekerja ketika mesin mobil dihidupkan.

Sistem pada mesin mobil akan melakukan analisis data yang dikirimkan dari  engine speed sensor dan vehicle speed sensor. Lalu sistem tersebut mengirimkan sinyal juga secara upshift atau downshift ke komponen selenoid untuk dijadikan perintah.

Nah katup selenoid ini akan terbuka dan menyalurkan atau mengeluarkan bahan bakar. Pada saat mesin mobil mati, komponen selenoid akan menutup katup agar mesin mobil tidak bisa berputar secara berlebihan atau yang disebut dieseling tadi.

Ciri Selenoid Matik Rusak

Lalu bagaimana mengetahui ciri selenoid matik rusak? Ini yang belum banyak diketahui oleh para pemilik kendaraan roda empat.

Tarikan mobil terasa berat

Mungkin Anda pernah merasakan tarikan mobil jadi berat padahal kondisi jalan biasa-biasa saja. Ini bisa jadi salah satu ciri selenoid matik rusak, ditambah lagi mesin mobil yang bergetar.

Tentunya kondisi tersebut sangat berbahaya karena mobil yang melaju jadi terasa sulit untuk dikendalikan. Segera bawa ke bengkel mobil terpercaya untuk pengecekan selenoid matic lebih lanjut.

Mobil tidak bertenaga

Selanjutnya, mobil melaju tidak bertenaga akibat selenoid matic-nya rusak. Kinerja komponen mesin mobil menjadi terganggu ketika aliran oli bocor atau tidak teratur. Akhirnya, daya yang dihasilkan pun tidak maksimal dan laju mobil terhambat meski kondisi jalannya cukup mudah.

Muncul suara aneh dari transmisi mobil

Salah satu ciri selenoid matik rusak adalah terdengar suara aneh dari transmisi mobil. Umumnya suara tersebut muncul ketika Anda melakukan perpindahan gigi, suara aneh tersebut menjadi ciri adanya komponen yang rusak.

Segera bawa mobil ke bengkel terpercaya karena mungkin saja selenoid mobil matic Anda mengalami kerusakan.

Terjadi hentakan ketika pindah gigi

Tak hanya suara aneh yang jadi ciri selenoid rusak, ketika Anda melakukan perpindahan gigi dan terjadi hentakan secara tiba-tiba juga harus diwaspadai. Karena selenoid itu rusak atau bocor, oli tidak bisa melumasi seluruh mesin dengan baik.

Alhasil, mobil mengalami mengalami hentakan secara tiba-tiba ketika pindah gigi, tentunya ini perlu Anda hindari agar tidak berakibat kecelakaan.

Tidak ada aliran listrik

Sebagaimana telah disinggung di atas, selenoid berperan menghubungkan semua komponen kelistrikan pada mobil. Ketika selenoid rusak, ini bisa berakibat pada aliran listrik jadi hilang.

Akibatnya juga baisa fatal ketika tidak ada aliran listrik pada mobil, mungkin mesinnya mati seketika atau fungsi komponen lain jadi tidak maksimal.

Hindari keterlambatan dalam memperbaiki selenoid yang mulai rusak, apalagi jika Anda sudah mengetahui ciri selenoid matik rusak seperti di atas. Jika rusak berat, kemungkinan selenoid matic harus diganti, hal itu memakan biaya yang tidak sedikit.

Mencegah Selenoid Matic Rusak

Apa yang perlu Anda lakukan setelah mengetahui ciri selenoid matik rusak? Tentunya tidak berdiam diri saja kan?

Lakukan pengecekan mesin secara berkala

Cek spare part mobil secara berkala, setidaknya lakukan pengecekan mesin 1 bulan sekali untuk pemakaian yang intens. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan pada selenoid dan memastikan masih berfungsi dengan baik.

Bersihkan bagian yang kotor

Bagian selenoid yang kotor bisa menghambat kinerjanya jadi tidak maksimal, oleh sebab itu perlu membersihkan selenoid secara rutin. Daripada rusak parah, mending bersihkan dulu bagian yang kotornya karena lebih menghemat biaya.

Itulah ulasan mengenai apa itu selenoid matic, ciri selenoid matik rusak dan cara mencegah selenoid rusak. Hindari kerusakan yang fatal karena kalau sudah harus menggantinya, Anda membutuhkan biaya yang besar.

Exit mobile version