Site icon Otomotips.com

5 Merk Oli Mobil Matic Terbaik, Ganti Gigi jadi Mudah

5 Merk Oli Mobil Matic Terbaik

Source : CekPremi.com

Otomotips.com – Sama seperti mobil dengan transmisi manual, mobil matic juga membutuhkan oli. Fungsi utama oli adalah melumasi komponen penggerak mobil agar terawatt dan tidak mudah aus. Namun, untuk memenuhi tujuan melindungi tersebut, terdapat beberapa merk oli mobil matic yang perlu dipilih.

Alasan terbesar kenapa perlu memilih oli matic adalah untuk menemukan oli dengan kualitas yang terbaik dan cocok untuk mobil Anda. Nah, pada artikel ini kami akan menyajikan informasi mengenai 5 merk oli mobil matic terbaik yang bisa Anda pertimbangkan.

5 Merk Oli Mobil Matic Terbaik

Top 1 Lifetime ATF Dexron-III

Oli pertama yang cocok untuk mobil matic Anda adalah Top 1 Lifetime ATF Dexron-III. Perlumas yang satu ini menggunakan base oli semi synthetic. Sesuai namanya oli buatan Top 1 ini sangat cocok untuk mobil dengan jenis transmisi ATF Dexron-III atau sejenisnya.

Anda dapat memperoleh oli Top 1 Lifetime ATF Dexron-III ini dengan harga sekitar Rp. 70.000 per liter.

Top 1 MV Fully Synthetic ATF

Jika sebelumnya menggunakan bahan dasar semi synthetic, Top 1 MV Fully Synthteic ATF terbuat dari bahan yang sepenuhnya synthetic dengan tingkat kekentalan yang tinggi. Oli yang satu ini dibuat khusus agar dapat melampaui spesifikasi Multi-Vehicle dari OEM berbagai jenis dan merk mobil.

Selain itu, adanya tambahan zat aditif bernama Friction Modifying membuat perpindahan gigi dapat terjadi secara lebih halus. Oli Transmisi dari Top 1 yang satu ini sangat cocok untuk mobil matic non CVT seperti pabrikan Ford, Toyota, Chrysler, Mitsubishi dan lainnya.

Shell Spirax S5 ATF X

Tidak mau kalah, Shell juga memproduksi pelumas untuk mobil bertransmisi matic bernama Shell Spirax S5 ATF X. Jika Anda mencari oli yang berkualitas namun harga lebih ekonomis, oli dari Shell yang satu ini bisa jadi pilihan. Oli ini dijual dengan harga Rp. 80 ribuan dan sangat cocok untuk transmisi jenis dual clutch.

Dengan kata lain, Shell Spirax S5 ATF X sangat cocok untuk mobil keluaran Eropa seperti Volkswagen, Audi, BMW, Ford dan Mercedes-Benz.

Shell Spirax S3 ATF MD3

Shell juga memiliki variasi oli mobil matic lainnya bernama Shell Spirax S3 ATF MD3. Salah satu keunggulannya yang dirasakan langsung oleh para pengguna adalah mesin yang terasa ringan dan perpindahan gigi menjadi halus. Selain menjadi oli transmisi, Shell juga memformulasikan olinya ini sebagai oli power steering.

Bahan dasar pembuatan Shell Spirax S3 ATF MD3 ini adalah pelumas mineral dengan tingkat kekentalan yang tinggi yang dicampur bersama zat aditif khusus.  Dengan formulanya tersebut, Anda dapat memberikan perlindungan untuk kendaraan yang perlu diberi pelumas standar GM 6297M (Dexron-III), Ford M2C185.A / M2C138.CJ (Mercon) atau Allison C-4.

Total Fluidmatic MV LV

Oli dengan merk Total juga sudah merilis oli yang cocok digunakan pada mobil matic, yaitu Total Fluidmatic MV LV. Sesuai namanya, oli ini sudah menggunakan teknologi Fluidmatic MV LV yang membuatnya mampu meredam getaran akibat perpindahan transmisi.

Selain itu, oli ini juga mampu bertahan di suhu tinggi mesin. Selain mampu bertahan pada suhu panas, Total juga memformulasikan oli buatannya ini untuk mendinginkan suhu transmisi akibat medan yang cukup ekstrim. Maka dari itu, bagi Anda yang kerap mengajak mobil matic Anda melewati medan ekstrim, oli Total Fluidmatic MV LV sangat cocok untuk Anda pilih.

Perbedaan Oli Transmisi Matic

Selain mengetahui arti kode transmisi matic pada mobil, Anda juga perlu tahu bahwa oli transmisi matic pada mobil memiliki 3 jenis yang berbeda, yaitu CVT, dual clutch dan konvensional. Maka, sebelum memutuskan untuk membeli oli untuk mobil matic Anda, silakan pahami ketiga jenis oli matic ini agar tidak salah langkah.

Oli Matic CVT

CVT adalah singkatan dari Continuously Variable Transmission dan oli transmisi CVT memiliki kode CVTF atau CVT Fluid pada botolnya. Nah, Anda perlu memeriksa buku panduan mobil yang Anda miliki untuk mengetahui apakah oli transmisi matic CVT ini cocok atau tidak.

Beberapa merk oli yang berjenis CVT atau memiliki kode CVTF pada botolnya adalah TMO CVT FE dan Honda CVTF atau Honda HCF-2.

Oli Matic Dual Clutch

Oli matic dual clutch biasanya sangat cocok untuk trasmisi kendaraan produksi Eropa seperti VW, Ford, BMW dan Mercedes-Benz. Teknologi matic dual clutch atau kopling ganda memiliki keunggulan yang membuat percepatan kendaraan menjadi lebih baik.

Agar bisa menemukan oli yang pas untuk teknologi transmisi yang satu ini, cobalah cari produk oli yang memiliki kode DCTF pada botolnya. Kode DCTF adalah singkatan dari Dual Clutch Transmission Fluid. Beberapa contoh oli transmisi matic yang cocok untuk teknologi dual clutch adalah Fuchs Titan DCTF dan Motul Multi DCTF.

Oli Matic Biasa atau Konvensional

Oli matic biasa atau konvensional kerap ditandai dengan kode ATF pada botolnya. Kode ATF adalah singkatan dari Automatic Transmission Fluid. Jika mobil Anda menggunakan oli transmisi matic konvensional, hal yang perlu Anda perhatikan adalah volumenya.

Ya, volume oli yang dibutuhkan oleh gearbox mobil satu dengan yang lainnya bisa berbeda-beda. Anda harus perhatikan dan sesuaikan hal ini agar fungsi perlindungan yang diberikan oleh oli tersebut bisa maksimal.

Anda dapat mengetahui seberapa banyak kebutuhan oli mobil Anda dengan melihat buku pedoman mobil. Jika buku pedoman tersebut hilang, cara lain yang bisa Anda tempuh adalah datang ke bengkel resmi.

Waktu yang Pas untuk Ganti Oli Transmisi

Oli transmisi berfungsi untuk melindungi komponen transmisi mobil agar tidak aus dan rusak. Dan jangka waktu perlindungan dari oli pun ada batasnya tersendiri. Maka, Anda wajib mengetahui kapan Anda harus ganti oli transmisi.

Selain daya perlindungannya yang menurun, oli yang digunakan secara terus menerus juga dapat menguap karena suhu panas mesin. Jadi, tidak heran jika oli yang ada di dalam gearbox dapat berkurang bahkan habis sehingga komponen mesin pun jadi tidak terlindungi.

Meski waktu penggantian oli bisa bermacam-macam tergantung dengan tipe, jenis mobil hingga cara pemakaiannya. Namun umumnya oli perlu diganti ketika sudah mencapai angka 40.000 hingga 60.000  kilometer.

Meski begitu, tetap saja perilaku pengguna dan jenis mobil menjadi dasar yang paling kuat untuk menentukan kapan mobil perlu mendapat penggantian oli. Jika Anda telat mengganti oli transmisi mobil, terdapat gejala yang menunjukan kerusakan pada bagian transmisi, seperti :

  1. Perpindahan gigi yang kasar
  2. Terdengar suara yang aneh ketika berpindah gigi
  3. Mesin yang kurang respon ketika digas

Jika hal tersebut sudah terjadi, segeralah bawa mobil Anda menuju bengkel untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.

Demikianlah artikel kami mengenai merk oli mobil matic terbaik dan hal-hal lainnya yang perlu Anda ketahui seputar pelumas transmisi matic mobil. Nantikan artikel kami selanjutnya.

Exit mobile version