Site icon Otomotips.com

Inilah Komponen Sistem Pengisian pada Motor dan Fungsinya

komponen sistem pengisian pada motor

Source : Lifepal.co.id

Otomotips.com – Tahukah Anda bahwa energi listrik pada motor dihasilkan dengan cara mengubah gerakan putar pada mesin? Salah satu komponen sistem pengisian pada motor adalah spull, komponen yang mengubah energi tersebut.

Tentu komponennya tidak hanya spull, ada banyak komponen yang bekerja sama sehingga kebutuhan listrik bisa terpenuhi secara berkelanjutan. Listrik yang berhasil diciptakan nantinya bisa digunakan untuk menyalakan beberapa komponen lain seperti lampu, klakson dan kelistrikan lainnya.

FUNGSI dan JENIS SISTEM PENGISIAN MOTOR

Sistem pengisian pada motor terbagi dalam beberapa komponen yang saling bekerja sama. Dengan begitu keperluan listrik pada motor bisa tercukupi terus menerus tanpa adanya hambatan.

Sederhananya, sistem pengisian pada motor memiliki fungsi untuk melakukan pengisian ulang daya yang selanjutnya disimpan pada baterai atau aki. Namun selain itu juga bisa berfungsi untuk keperluan lain seperti:

Selain fungsi sistem pengisian, Anda juga perlu mengetahui jenis sistem pengisian itu apa saja. Setidaknya ada dua jenis sistem pengisian yang banyak digunakan oleh pengguna roda dua, di antaranya:

Umumnya sistem pengisian yang sering diterapkan pada motor adalah sistem pengisian jenis Alternator. Tak heran jika ada komponen lain pada sistem ini, mau tahu komponen sistem pengisian pada motor yang lainnya?

KOMPONEN SISTEM PENGISIAN pada MOTOR

Setiap komponen sistem pengisian pada motor memiliki fungsi masing-masing seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

SPUL

Spul atau stator coil merupakan salah satu komponen yang ada pada sistem pengisian. Fungsinya untuk menghasilkan energi listrik dari kumparan yang bertugas jadi penghantar.

Penghantar atau spul ini akan dialiri arus listrik ketika perpotongan gaya mangnet terjadi pada sistem pengisian. Bagaimana cara kerjanya? Yakni bekerja dengan melakukan perubahan energi putar ke energi listrik.

Dari gerakan gaya magnet tersebut akhirnya bisa menghasilkan perpotongan yang memicu aliran listrik.

ROTOR

Yang kedua ada Rotor atau disebut juga magnet sebagai salah satu komponen sistem pengisian pada motor. Sesuai namanya, komponen ini memiliki magnet pada keseluruhan bodinya sehingga bisa menempel dengan berbagai logam.

Rotor sendiri memiliki fungsi sebagai penyedia medan magnet yang nantinya akan memotong bagian stator coil. Misalnya ketika mesin diengkol, otomatis poros engkol akan berputar karena rotor ada di ujung poros engkolnya.

Baik pada mobil ataupun motor, sama-sama memiliki rotor yang keduanya memiliki perbedaan. Rotor pada pengisian mobil terbuat dari kumparan listrik yang nantinya bisa menciptakan medan magnet ketika dialiri listrik sebagai pemicunya.

Sedangkan rotor pada motor mirip tromol yang dilengkapi dengan magnet secara permanen. Berbeda dengan mobil, rotor pada motor tidak memerlukan arus listrik sebagai pemicunya.

KABEL

Meskipun terbilang sepele, kabel pada sistem pengisian motor wajib ada karena kabellah yang mengalirkan arus listriknya. Fungsinya sebagai induktor penghubung arus listrik dua arah dari aki ke beban atau sebaliknya dari kiprok ke aki.

Jenis kabel sendiri bisa Anda bedakan dari warna kabelnya, kabel merah sering digunakan untuk arus positif. Sedangkan untuk kabel hitam digunakan sebagai kabel masa sehingga Anda bisa lebih mudah membedakannya.

KIPROK

Pernah mendengar nama kiprok? Ini merupakan komponen sistem pengisian pada motor yang sangat familiar. Fungsinya yaitu untuk mengatur arus pengisian yang dihasilkan spul ke aki bisa lebih stabil.

Berbeda dengan pengisian mobil, ketika RPM mesin tinggi maka otomatis rotor akan berputar lebih cepat dan tegangan berlebih bisa dihubungkan ke kelistrikan kendaraan. Namun, jika tegangannya berlebihan maka ada resiko yang perlu diperhatikan yaitu konsleting atau terbakar akibat kapasitas tegangannya.

Kiprok atau regulator dilengkapi dengan satu set komponen rectifier yang merupakan rangkaian dioda yang tersusun dengan fungsi menyearahkan arus listrik dari spul. Pada sistem kelistrikan motor, kebanyakan menggunakan arus DC sehingga harus disearahkan menggunakan dioda.

ACCU

Accu atau baterai aki berfungsi sebagai penyimpan arus listrik yang telah dihasilkan oleh spul. Peran aki menjadi sangat penting terutama pada motor injeksi karena berperan sebagai penyedia arus EC dan sebagai stabilizer tegangan.

Dengan demikian tegangan yang masuk ke ECU bisa konstan dan menghasilkan komponen sistem pengisian pada motor yang handal.

Lalu bagaimana dengan motor karburator? Saat ini memang produksi motor karburator telah berkurang, fungsi aki pada motor karburator sendiri hanya sebagai proses starting ketika awal menyalakan motor.

SEKRING

Terakhir,  komponen sistem pengisian pada motor yaitu sekring atau biasa disebut juga fuse. Komponen ini digunakan sebagai pengaman arus listrik yang terjadi antara arus positif dan negatif.

Sekring bisa berperan secara maksimal karena tidak akan langsung membuat beban rusak, justru akan secara otomatis terputus jika terjadi hubungan singkat tertentu.

Pada dasarnya, sistem pengisian menghasilkan energi ketika mesin menyala karena memanfaatkan putaran mesin yang dijadikan sebagai sumber tenaga listrik. selanjutnya listrik tersebut digunakan untuk menghidupkan beberapa bagian pada motor.

Itulah ulasan lengkap mengenai komponen sistem pengisian pada motor yang bisa Anda jadikan sebagai referensi penting. Jangan lupa untuk selalu mengecek sistem pengisian agar tidak mengalami kerusakan.

Exit mobile version