Site icon Otomotips.com

Komponen Karburator yang Ada pada Motor, Yuk Kenali!

komponen karburator

Source : Benefits.BankMandiri.co.id

Otomotips.com – Jika Anda masih menggunakan mobil tua tentunya tidak asing dengan karburator mobil. Karena pada kendaraan keluaran yang terbaru Anda akan jarang menemukan komponen ini. Hal ini dikarenakan mobil produksi terbaru menggunakan adanya sistem injeksi yang mana lebih hemat bahan bakarnya. Jadi, apa yang dimaksud dengan karburator dan apa saja komponen karburator?

Pengertian dan Perbedaan Komponen Karburator dengan Sistem Injeksi

Karburator mobil merupakan salah satu komponen yang terdapat pada mesin mobil dengan menggunakan sistem kerja Bernoulli. Hal ini bertujuan untuk mengatur adanya kecepatan aliran yang ada pada fluida.

Selain itu, ada beberapa perbedaan antara sistem yang menggunakan karburator dengan yang menggunakan sistem injeksi. Sistem injeksi tentunya membutuhkan banyak sensor. Bahkan bisa sampai dengan 9 sensor dan tentunya tergantung pada supply listrik yang ada.

Hal ini berbeda dengan karburator, yang mana tidak ada suppy listrik komponen ini masih bisa bekerja. Pada sistem injeksi juga tidak ada yang namanya choke, karena sudah diwakili sensor yang ada. Sekrup idle speed adjustment juga tidak ada pada sistem injeksi.

Berbeda pada sistem karburator mobil yang mana Anda tinggal memutar saja sekrup yang ada. Hal tersebut dilakukan untuk membesarkan dan juga mengecilkan bahan bakar dan juga udara yang hendak dibawa ke intake manifold.

Komponen Karburator

Pada karburator yang ada di mobil tentunya alat ini mempunyai komponen-komponen yang ada di dalam karburator mobil, antara lain:

Float Chamber

Komponen pertama yang ada pada karburator adalah float chamber (ruang bakar). Komponen ini mempunyai fungsi yaitu sebagai ruang pembakaran. Untuk posisinya sendiri berada di kepala silinder. Tidak hanya itu, komponen ini juga bisa mencampurkan bahan bakar dengan beberapa udara hasil dari kompres. Tentunya dari torak yang ada di sebuah silinder tersebut.

Floater

Floater adalah pelampung yang bisa bekerja pada saat bahan bakar tinggi dan juga rendah. Akan tetapi, pelampung ini tidak bisa bekerja ketika bahan bakar yang ada terlalu banyak. Dengan menggunakan komponen floater ini maka kondisi bahan bakar menjadi tetap stabil. Maka dari itu, kondisi pelampung yang ada di dalamnya harus dicek secara teratur.

Choke Valve

Komponen ini mempunyai fungsi yaitu untuk menambah kenyamanan Anda dalam melakukan perjalanan. Karena choke valve ini bisa menambah campuran yang ada di dalam bahan bakar mobil tersebut. Dengan begitu, mobil dapat dihidupkan dan juga digunakan untuk aktivitas Anda sehari-hari.

Main Jet

Main jet adalah komponen yang ada pada karburator mobil dan mempunyai fungsi mengontrol pasokan bahan bakar. Pasokan ini berada di dalam ruang pembakaran. Tidak hanya itu, komponen ini juga dapat disebut dengan jarum skep. Hal ini dikarenakan ukuran yang dimiliki sangay kecil dan mirip dengan jarum.

Slow Jet

Komponen yang selanjutnya ada pada karburator adalah slow jet. Komponen ini mempunyai fungsi mengatur adanya suplai bahan bakar dan juga udara bersih. Hal ini dilakukan ketika mobil Anda pada posisi idle.

Throttle Value

Komponen throttle value adalah salah satu komponen karburator mobil. Untuk fungsinya adalah mengatur besar kecilnya adanya campuran udara yang dapat masuk ke ruang bakar. Tidak hanya itu, komponen ini juga bisa bekerja secara beriringan dengan komponen main jet. Jika piston valve terbuka, maka jarum skep juga akan ikut terbuka.

Air Horn

Air horn merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk gerbang masuk udara setelah berhasil melewati saringan udara. Untuk letaknya berada di ujung air vent tube yang tentunya bisa menghubungkan air horn dengan ruang pelampung (reservoir).

Komponen Pelampung Karburator

Fungsi pelampung yang ada pada reservoir yaitu untuk indikator jumlah bahan bakar bensin yang ada di dalamnya. Jika bahan bakar tersebut jumlahnya sedikit, maka dengan otomatis mengikuti permukaan bahan bakar yang tinggi. Hal ini juga bertujuan agar bisa menarik needle valve ke arah bawah. Dengan begitu dapat menyebabkan supply bensin bisa masuk ke dalam reservoir.

Air Vent Tube

Adapun fungsi dari komponen yang satu ini adalah agar tekanan yang ada pada ruang pembakaran awal bisa sama dengan reservoir. Ruang reservoir juga bisa disebut dengan ruang pelampung yang terdapat bahan bakar bensin.

Pada komponen ini kebersihannya harus benar-benar diperhatikan. Karena jika kotor bisa mempengaruhi tekanan yang ada dalam ruang pelampung. Maka akan berimbas yaitu bahan bakar yang bisa disemprotkan ke dalam venturi menjadi berlebih. Dengan begitu maka kinerja mesin yang ada bisa menurun di samping dan juga bahan bakarnya menjadi boros.

Venturi Primer

Komponen dengan nama venturi primer ini mempunyai fungsi yaitu agar kecepatan udara menjadi lebih tinggi. Udara yang dimaksud adalah udara masuk. Dengan begitu dapat menyebabkan tekanan yang ada pada komponen ini sangat kecil. Sehingga bisa membuat bensin menyembur dengan melalui capillary tube. Biasanya juga disebut dengan main nozzle.

Venturi Sekunder

Komponen selanjutnya adalah venture sekunder. Untuk fungsinya juga sama dengan komponen venturi primer. Hanya saja letaknya yang berada setelah venturi primer.

Primary Main Air Bleeder

Komponen primary main air bleeder ini mempunyai fungsi yaitu agar membuat bensin bisa bercampur dengan udara. Pada bagian ini, bensin bisa menggelembung. Adapun fungsi dari penggelembungan tersebut yaitu ketika ada di venturi bisa pecah dan bensin bisa mengalami otomasi.

Hal ini tentunya juga dibarengi dengan udara yang bisa mengalir dari bentur menuju pada bagian throttle valve.

Pilot Screw dan Piston Valve Screw

Komponen pilot screw dan piston valve screw merupakan dua komponen yang saling berkaitan. Untuk fungsinya yaitu mengatur besar kecilnya saluran yang ada di dalam venturi. Tidak hanya itu, komponen tersebut juga bisa melakukan pengaturan bahan bakar.

Tentunya yang bisa masuk ke dalam silinder mesin. Hal inilah yang bisa mengubah putaran yang ada dalam mesin. Serta juga bisa mempertahankan kecepatan mesin.

Inlet Hose

Komponen selanjutnya mempunyai nama inlet hose. Fungsinya adalah mengalirkan bensin yang ada dari ujung selang penampungan bensin. Kemudian bensin bisa masuk ke dalam mesin karburator ketika sudah melewati selang tersebut.

Jarum Pelampung

Jarum pelampung ini biasanya disebut dengan katup bensin. Komponen karburator ini memiliki fungsi yaitu untuk bisa membuka dan juga menutup inlet hose.

Komponen Screw Control

Screw control merupakan salah satu komponen yang mempunyai fungsi untuk bisa mengatur sudut bukaan katup gas. Tentunya yang berada pada pedal release. Dengan begitu, katup gas tersebut tidak akan bisa tertutup rapat pada saat melakukan idle.

Komponen Idle Jet

Komponen idle jet ini mempunyai fungsi yaitu mengalirkan udara. Udara tersebut tentunya sudah disaring menggunakan filter ke intake manifold tanpa melewati katup gas.

Economizer Jet

Komponen selanjutnya mempunyai fungsi yaitu bisa membuat bensin menjadi lebih homogen. Untuk saluran tersebut letaknya ada di tengah saluran idle. Tentunya hanya bisa bekerja jika mesin pada kecepatan idle saja.

Pompa Akselerasi

Pompa akselerasi merupakan salah satu komponen karburator yang mempunyai fungsi yaitu menambah adanya kecepatan udara yang masuk.

Bola Baja

Komponen selanjutnya bola baja, yang mana mempunyai fungsi cukup penting. Bola baja berfungsi menjadi katup pada sistem akselerasi yang ada.

Pemberat Bola Baja

Komponen ini mempunyai fungsi yaitu menambahkan berat agar bola baja yang ada bisa cepat melakukan penutupan di sistem akselerasi.

IMAS

IMAS merupakan singkatan dari Mixture Adjusting Screw. Fungsi dari komponen ini yaitu melakukan penyetelan pada campuran bahan bakar dan udara pada saat idle.

ISAS

Idle Speed Adjusting Screw atau yang biasanya disingkat dengan ISAS. Komponen ini berfungsi untuk melakukan adanya penyetelan mengenai kecepatan pada saat masa idle.

Thermostatic Valve

Pada komponen yang satu ini katup menjadi terbuka jika suhu yang ada pada mesin panas. Hal ini bertujuan agar bisa menjadikan suhu yang ada pada mesin tetap menjadi stabil. Tentunya dengan suhu di angka yang ideal.

Jika komponen thermostatic valve ini rusak atau bahkan macet, ini menjadi hal yang buruk. Karena bisa menyebabkan mesin mengalami adanya overheating. Tidak hanya itu, AC mobil juga akan menjadi panas.

Mesin juga bisa menjadi sangat boros akan bahan bakarnya. Suhu yang ada di dalam mesin juga susah untuk bisa kembali ke normal. Jika Anda membiarkan komponen ini rusak, maka kerusakan bisa merambat ke komponen lainnya.

Air Bleeder

Komponen dengan nama air bleeder ini mempunyai fungsi yaitu memasukkan udara kedalam saluran masa idle dan juga masa lambat.

Secondary Main Air Bleeder

Komponen ini mempunyai fungsi yang sama dengan komponen air bleeder. Fungsinya yaitu memasukkan udara yang ada ke dalam saluran masa idle dan juga saluran masa lambat.

Cara Kerja Komponen Karburator Mobil

Untuk cara kerja yang ada pada karburator ini juga bisa dibilang sederhana. Karena pada saat mesin tersebut dihidupkan maka piston akan bergerak maju dan juga mundur. Namun, jika mobil tersebut mundur. Maka karburator akan melakukan hisap udara yang ada pada bagian depan sistem karburator.

Hal inilah yang membuat bahan bakar dan juga udara bisa otomatis terhisap. Selain itu, pemantik juga bisa menyala bahkan sampai ada pembakaran di ruang mesin dan juga mendorong piston. Pada saat gas tersebut ditekan dengan tinggi, maka kinerja piston juga semakin terdorong.

Karena komponen ini sangat penting, tentunya harus Anda rawat dengan teratur. Anda juga bisa melakukan perawatan tersebut di bengkel terdekat.

Cara Merawat Komponen Karburator Mobil

Bila Anda tidak sempat untuk pergi ke bengkel. Anda bisa melakukan perawatannya sendiri dengan menggunakan cara yang ada di bawah.

Membersihkan Bagian Filter Udara

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah bersihkan filter udara. Caranya yaitu dengan melepas filter udara yang terpasang pada bagian lubang karburator. Kemudian bersihkan dengan menggunakan semburan angin kompresor.

Jika filter udara pada bagian karburator ini terbuat dari busa. Maka Anda bisa mencucinya dengan bersih. Namun, pastikan juga bahwa filter udara tersebut dalam kondisi kering sebelum Anda memasangnya kembali.

Melepaskan Komponen Karburator

Setelah Anda berhasil membuka karburator. Anda bisa melepaskan baut yang terpasang pada bagian karburator tersebut. Gunakan kunci yang sesuai untuk melakukan pelepasan komponen yang ada. Jangan lupa juga untuk menyiapkan wadah yang berisi bensin untuk bisa melepaskan komponen lainnya. Seperti pilot jet, main jet, pelampung.

Jika semua komponen tersebut berhasil terlepas. Anda bisa menyimpannya dalam wadan yang sama. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda pada saat hendak memasangnya kembali.

Membersihkan Seluruh Bagian

Langkah selanjutnya yaitu dengan membersihkan semua bagian karburator yang ada. Anda bisa menggunakan kuas halus. Kemudian semprotkan angin di bebesrapa lubang dengan menggunakan kekuatan udara tingkat tinggi.

Jika Anda ingin membersihkan kotoran menempel yang ada di spuyer juga bisa menggunakan bantuan amplas. Namun, pada saat melakukan proses amplas juga harus dilakukan dengan perlahan. Karena hal ini bisa menimbulkan adanya perubahan pada spuyer. Apabila Anda melakukan proses amplas dengan keras, maka bentuk spuyer juga tentunya akan mengecil.

Merakit Komponen Karburator

Langkah terakhir yaitu Anda bisa merakit komponen tersebut seperti semula. Kemudian Anda bisa menyalakan mesin mobil dan juga setel spuyer angin dengan cara memutar sesuai arah jarum jam. Jangan lupa untuk memutarnya kembali sesuai dengan standar mesin mobil.

Tanda Komponen Karburator Bermasalah

Jika Anda tidak mau melakukan perawatan ke bengkel atau dengan perawatan mandiri. Hal ini bisa menyebabkan karburator mengalami masalah. Adapun tanda jika komponen karburator bermasalah, antara lain:

Tidak Bisa Melakukan Stasioner

Masalah yang satu ini memang sering terjadi. Ada beberapa hal yang menjadikan mobil tidak bisa melakukan stasioner. Jika Anda mengalami hal ini, bisa langsung cek pada sambungan yang ada di karburator mobil. Cek juga selang vakum, apakah terdapat keretakan pada selangnya apa tidak.

Kemudian Anda juga bisa melakukan pengecekan pada kondisi selang bahan bakar. Jangan sampai selang ini pada kondisi terjepit atau bahkan kotor. Jangan lupa juga untuk membersihkan pada penampung bahan bakar.

Karburator Banjir

Jika hal ini terjadi pada mobil Anda. Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan mengecek pada jarum pelampung. Pastikan komponen ini tidak rusak atau juga aus. Anda juga bisa melakukan pengecekan pegas jarum pelampung. Pada bagian ini jangan sampai terdapat bagian yang patah.

Kemudian cek pada bagian permukaan terdapat bahan bakar kendaraan yang melebihi batas atau tidak. Pastikan ada pada batas yang sudah ditentukan.

Muncul Masalah di Perjalanan

Pada saat Anda melakukan perjalanan kemudian terdapat masalah. Hal ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan pada karburator di mobil Anda. Maka dari itu, Anda bisa melakukan pengecekan yang ada pada jet dasar. Bisa saja karena tersumbat kotoran yang ada di dalamnya.

Selain pada komponen jet dasar. Anda juga bisa melakukan pengecekan di saluran ventilasi karburator. Pastikan tidak ada kotoran yang menyumbatnya. Jika ada, Anda bisa segera membersihkannya agar tidak mengganggu kinerja mobil.

Mesin Mobil Tidak Mau Menyala

Masalah mobil tidak mau menyala juga bisa disebabkan karena karburator rusak. Hal ini dikarenakan pada bagian choke terbuka terlalu lebar atau juga bisa karena penuh. Dengan begitu bisa membuat udara yang hendak dihisap terlalu sedikit. Sehingga dapat menyebabkan busi menjadi banjir.

Itulah beberapa informasi mengenai beberapa komponen karburator, sistem kerja karburator, cara merawat karburator agar tidak terjadi beberapa masalah seperti yang sudah dijelaskan di atas. Karena komponen-komponen yang ada di karurator semuanya mempunyai peran yang penting.

Exit mobile version