Site icon Otomotips.com

Beginilah Cara Kerja Kapal Selam yang Menarik untuk Diketahui

Cara kerja kapal selam

GoodnewsfromIndonesia.id

Otomotips.com – Kapal selam menjadi salah satu armada yang harus dimiliki oleh Tim Militer terutama Angkatan Laut. Cara kerja kapal selam bergerak di bawah permukaan laut untuk bisa memantau situasi dari bawah laut.

Kemampuannya menyelam itu menggunakan teknik tertentu agar bisa tenggelam dan juga terapung di bawah permukaan air.

Singkatnya, kapal selam menggunakan hukum archimedes mengenai gaya apung dan zat cair. Cara kerja kapal selam bisa menyelam dan muncul ke permukaan air karena mengubah kerapatan nisbi dengan sangat baik.

Sejarah Singkat Kapal Selam

Menurut sejarahnya, kapal selam pertama kali ditemukan oleh orang Jerman bernama Cornelis Drebbel. Sebelum menemukan cara kerja kapal selam yang canggih, dulunya berawal dari kapal atau perahu dayung yang dilapisi kulit. Perahu tersebut bisa tenggelam di bawah air, kedalaman awalnya hingga 4,5 meter.

Kemudian ada seorang penemu dari Amerika, David Bushnell yang membangun kapal selam yang digunakan Amerika Serikat selama perang kemerdekaan. Ada juga Robert Fulton, masih dari Amerika yang membangun kapal serupa namun ukurannya lebih kecil, lalu diberi nama Nautilus yang memiliki bahan peledak.

Barulah di awal abad 20 kapal selam bertenaga diesel berhasil dikembangkan, bahkan sanggup menggerakkan kapal ketika di bawah permukaan air. Selain tenaga diesel, ada juga kapal selam bertenaga motor listrik, baterai sebagai sumber energinya.

Kapal diesel listrik pernah digunakan pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Hingga kini, berbagai alternatif daya untuk kapal selam terus dikembangkan guna menghemat sumber bahan bakar.

Cara kerja kapal selam

Cara kerja kapal selam bisa dibedakan ke dalam beberapa proses yang bisa Anda ketahui berikut ini, di antaranya:

Proses untuk timbul dan tengggelam dalam air

Kapal selam bisa mengapung karena berat kapalnya sama dengan berat air yang dipindahkannya. Proses pemindahan air tersebut menciptakan sebuah gaya ke atas atau bisa dikenal dengan gaya apung (buoyancy force).

Berbeda dengan kapal biasa, kapal selam dengan teknologinya itu bisa mengatur gaya apungnya sendiri sehingga bisa tenggelam dan muncul ke permukaan kapan saja. Gaya apung dari kapal selam bisa diatur melalui tangki-tangki pemberat dan tangki penyeimbang yang diisi dengan air atau udara.

Tangki-tangki pemberat tersebut dipenuhi air, udaranya sendiri dilepaskan keluar dari kapal selam. Prosesnya dilakukan sampai massa jenis keseluruhannya jadi lebih besar dibandingkan massa jenis air di sekitarnya.

Sebagai informasi, udara atau oksigen di dalam kapal selam disimpan melalui tabung-tabung udara. Ini bisa juga dijadikan sebagai cadangan udara untuk menopang hidup kru kapal selam.

Hydroplane berguna untuk mengontrol penyelaman

Kapal selam juga dilengkapi komponen tambahan yang bisa bergerak berbentuk sayap-sayap pendek atau yang dinamakan hydroplane di bagian buritan. Hydroplane pada cara kerja kapal selam bisa membantu mengatur arah penyelaman sedemikian rupa sehingga air akan bergerak melewati buritan.

Dalam hal menjaga tingkat kedalaman dari kapal selam di bawah laut, kapal ini menjaga keseimbangan antara udara dan air dalam tangki-tangki penyeimbang. Massa jenis keseluruhannya dijaga sampai sama besar dengan massa jenis air di sekelilingnya.

Posisi hydroplane akan diluruskan ketika kapal selam mencapai kedalaman tertentu sesuai keinginan atau suatu misi. Selanjutnya, air juga didorong di antara tangki-tangki penyeimbang haluan dan buritan ini bertujuan agar posisinya bisa seimbang. Terlebih ketika kapal selam muncul ke permukaan, itu membutuhkan keseimbangan.

Kemudi ekor untuk berputar

Secondary propulsion motor atau kemudi ekor ada pada kapal selam yang berguna untuk berbelok ke kanan atau kiri. Kombinasinya dengan hydroplane semakin kompak karena hydroplane mengatur arah depan dan belakang kapal.

Lalu ada tambahan perlengkapan pada kapal selam yakni sebuah motor penggerak cadangan, motor tersebut bisa dikeluar-masukkan dan berputar 360 derajat untuk membantu manuver kapal selam.

Penopang hidup dalam kapal selam

Mungkin Anda pernah berpikir, bagaimana bisa kru dalam kapal selam bisa hidup? Setidaknya bisa bernafas, mandi dan makan pada sebuah ekspedisi yang memakan waktu cukup lama.

Penopang hidup di lingkungan kapal selam ini berkaitan dengan menjaga kualitas udara, suplai air bersih dan menjaga suhu.

Oksigen yang ada di dalam kapal selam harus diisi ulang karena bisa menyebabkan sesak ketika kadar oksigennya terlalu rendah. Karbondioksida juga harus dihilangkan untuk mencegah terjadinya keracunan sekaligus menghilangkan embun dari udara yang dihembuskan.

Oksigen bisa dihasilkan dari tangki bertekanan atau generator oksigen yang menghasilkan oksigen dari air yang dielektrolisis.

Suplai air bersih dalam kapal selam juga sangat penting yang dihasilkan oleh perangkat penyulingan. Perangkat tersebut menarik air laut untuk dijadikan air bersih yang ditampung dalam sebuah tangki penampungan air bersih.

Setiap harinya, perangkat penyulingan tersebut bisa menghasilkan hingga 150.000 liter air bersih. Air bersih bisa digunakan untuk mendinginkan peralatan elektronik dan menopang hidup para awak kapal selam.

Cara kerja kapal selam diatur sedemikain rupa termasuk menjaga temperatur udara di dalamnya. Suhu lautan di sekeliling kapal selam biasanya sekitar 4 derajat, oleh karena itu kapal selam harus dipanaskan secara elektrik untuk menjaga suhu yang nyaman bagi kru kapal selam.

Teknologi yang modern membuat kapal selam memiliki tenaga listrik untuk pemanas suhunya. Pemanas tersebut bisa dihasilkan dari reaktor nuklir, mesin diesel atau baterai cadangan untuk keadaan darurat.

Itulah ulasan mengenai cara kerja kapal selam yang sangat penting untuk Anda ketahui. Kini tak perlu bingung lagi bagaimana cara kerjanya dan kehidupan para kru kapal selam selama menjalani sebuah ekspedisi.

Exit mobile version